Proposal Character Building:Agama
HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL/LAPORAN AKHIR
Project Luar Kelas Character Building Agama
1.
|
Judul Project
|
:
|
Volunteering di Panti Werdha Berea
|
2
|
Lokasi Project
|
:
|
Panti Werdha Berea
Jl. Setia No.12, RT.1/RW.3, Kedoya Sel., Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11520
|
3
|
Kelompok Target Kegiatan
|
:
|
Nenek – Nenek Panti Werdha Berea
|
4.
|
Nama Anggota Kelompok
|
:
|
|
5
|
Mata Kuliah
|
:
|
Character Building Agama
|
6
|
Kelas
|
:
|
LA01 - LEC
|
7.
|
Kelompok
|
:
|
3
|
8.
|
Dosen
|
:
|
Dra. Hermawati, MA
|
Jakarta, ….............. 2017
Mengetahui
Dra. Hermawati, MA
Dosen CB Agama
|
Ketua Kelompok
Wijoyo Sugianto
Ketua Kelompok
|
DAFTAR ISI
BAB 1: Pendahuluan #xx
BAB 2: Metode Kegiatan #bb
BAB 3: Konsep #yy
BAB 4: Pelaksanaan Kegiatan dan Sistematika Kegiatan #aa
BAB 5: Penutup #cc
Lampiran #ff
Referensi #pp
BAB I
PENDAHULUAN
- PENDAHULUAN
Di Jakarta terdapat lebih dari 200.000 orang lansia (> 65 tahun) banyak lansia yang telah masuk ke panti jompo atau panti werdha karena anak-anak mereka yang sudah dewasa dan sibuk dengan pekerjaan dan mengurus rumah tangga dengan pasangannya. Oleh karena itu, para lansia biasanya dititipkan ke panti jompo atau panti werdha oleh anaknya.
Karena usia yang sudah lanjut mereka sering merasakan kemunduran fisik seperti lutut sakit, mudah lelah, tidak kuat berjalan jarak jauh dan sebagainya. Meskipun para lansia sudah tidak sekuat dulu, tetapi mereka masih memiliki jiwa dan semangat muda sehingga tidak mau kalah dari anak-anak muda. Dan juga para lansia di panti werdha ini dikenal produktif menjalani keseharian mereka seperti membuat salib dari manik manik serta masih sering pergi gereja dan menghafal ayat-ayat alkitab. Selain mereka berkarya di hari-hari tua mereka, banyak juga dari mereka ingin bersosialisasi dengan sesama usia mereka di panti werdha ini. - PERMASALAHAN
Banyak orang yang sering melupakan orang tuanya, karena kesibukan mereka sendiri. Sehingga mereka tidak memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama. Oleh karena itu banyak orang tua yang merasakan kesepian dan stress yang cukup berat.
Banyak orang yang menganggap mereka sebagai “beban” dan banyak orang yang tidak mempedulikan dan memperhatikan mereka. Padahal manusia sebagai makhluk sosial tidak mungkin bisa memisahkan hidupnya dengan manusia lain walaupun sudah lansia.
Banyak orang yang menganggap mereka sebagai “beban” dan banyak orang yang tidak mempedulikan dan memperhatikan mereka. Padahal manusia sebagai makhluk sosial tidak mungkin bisa memisahkan hidupnya dengan manusia lain walaupun sudah lansia.
- SOLUSI
Dalam kegiatan ini, kelompok kami ingin mendekatkan diri dengan para lansia dan ingin menjadi pribadi yang peduli dengan sesama termasuk lansia. Kami inign menghibur para lansia yang merasakan kesepian karena jauh dari anaknya dan melakukan peran kami sebagai makhluk sosial.
Kegiatan ini juga mengajarkan kami untuk tidak melupakan orang-orang yang sudah lansia, walaupun mereka sudah tidak di usia produktif, tetapi mereka adalah orang-orang yang harus kita hormati dan kasihi.
Kegiatan ini juga mengajarkan kami untuk tidak melupakan orang-orang yang sudah lansia, walaupun mereka sudah tidak di usia produktif, tetapi mereka adalah orang-orang yang harus kita hormati dan kasihi.
BAB II
METODE KEGIATAN
- Pertemuan pertama
Pada pertemuan pertama yang akan dilaksanakan, kelompok kami berencana untuk melakukan pendekatan dengan penghuni panti atau para lansia dengan melakukan perkenalan secara singkat. Setelah perkenalan, kegiatan akan dilanjutkan dengan percakapan yang lebih dekat didalam grup tentang pengalaman para lansia di panti. Kami akan menanyakan pengalaman sekolah mereka, pekerjaan mereka yang dulu, dan perbedaan kehidupan pada jaman dulu dan sekarang. Selain pertanyaan tersebut Kami juga akan menanyakan apa yang di lakukan sehari - hari oleh para lansia di panti werdha ini.
- Pertemuan kedua
Untuk pertemuan selanjutnya, yang akan dilaksanakan pada (konfirmasi tanggal)
Kami akan lanjutkan kegiatan kami dengan kegiatan religius yang sering dilakukan penghuni panti. Kegiatan diatas terdiri dari membaca ayat - ayat kitab suci, tebak keajaiban pada kitab suci, dan menanyikan lagu - lagu religius lainnya.
- Pertemuan ketiga
Akhirnya untuk pertemuan ketiga pada tanggal (Tanggal), kami akan melakukan kegiatan yang lebih santai, seperti menonton film sesuai dengan yang diinginkan oma pada pertemuan sebelumnya. Setelah menonton film tersebut, kita akan berbincang kepada oma tentang pendapat film yang baru saja ditonton, apakah bagian yang mereka suka/tidak suka, dan juga alasan kenapa memilih film ini dari film yang lain. Dan sebagai acara penutup, kami akan berfoto bersama dengan seluruh penghuni panti dan memberikan para oma cinderamata sebagai kenangan dari mahasiswa binus yang pernah datang mengunjungi panti werdha.
BAB III
KONSEP
Kepedulian sosial adalah rasa empati dan simpati yang berkembang menjadi tindakan dalam bentuk tanggung jawab atas kesulitan yang dialami orang lain di mana orang tersebut terdorong untuk mengatasinya. Kepedulian sosial berawal dari kemauan untuk “memberi” dan “menerima”. Dan mengingat bahwa manusia adalah makhluk sosial, maka semua manusia tanpa terkecuali saling membutuhkan termasuk orang-orang tua.
Berjiwa sosial dan saling membantu adalah ajaran universal yang dianjurkan olah semua agama. Karena itu sebagai umat beragama kita harus melatih dan mengembangkan jiwa sosial, jiwa sosial tidak bisa tumbuh secara instan tetapi memerlukan proses dengan dilatih dan dididik serta juga mendapat pengaruh dari lingkungan dan kehidupan sosialnya. Jiwa peduli terhadap sesama sangat penting karena kita tidak bisa hidup sendirian di dunia ini.
Kepedulian sosial yang dimaksud bukanlah untuk mencampuri urusan orang lain, tetapi lebih pada membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi orang lain dengan tujuan kebaikan dan perdamaian. Nilai-nilai yang tertanam itulah yang nanti akan menjadi suara hati kita untuk selalu membantu dan menjaga sesama.
Maka dari itu konsep dari kegiatan-kegiatan yang akan kami laksanakan di Panti Werdha Berea ini bertujuan untuk membantu mengembangkan dan memicu rasa kepedulian sosial terhadap sesama agar saling membantu dalam mewujudkan kebaikan dan perdamaian dalam hidup sesama manusia.Jika semua orang memiliki jiwa sosial yang tinggi maka kami yakin kalau semua permasalahan di dunia ini dapat diselesaikan dengan metode yang menjunjung tinggi perdamaian dan kesatuan.
Komentar
Posting Komentar