Laporan Akhir Project Character Building Agama

Project Luar Kelas
CBDC – TFI
Character Building Agama
MELAKUKAN KEGIATAN KEPEDULIAN SOSIAL
logo-binus.gif


Judul Project
Volunteering di Panti Werdha Berea
 
Identitas Kelompok
Nim
Nama
Jabatan (ketua, anggota)
2001611296
WIJOYO SUGIANTO
Ketua
2001538963
EDWARD SUWANDI
Anggota
2001538484
PRISCILLA LEE WIDJAJA
Anggota
2001536213
KEVIN ANATA KRISTANTO
Anggota
2001546006
KRISTOFORUS RYAN
 Anggota
2001537052
FARRELL HANSEL
Anggota
2001537241
ALVIN SIANTURI
Anggota
2001536592
GERALDY OSCAR REINARD
Anggota
1501189620
ACHMAD ANGGA NUGRAHA
Anggota
 
Kelas
LA01-LEC


BINUS UNIVERSITY
2017  


HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL/LAPORAN AKHIR


Project Luar Kelas Character Building Agama


1.
Judul Project
:
Volunteering di Panti Werdha Berea
2
Lokasi Project
:
Panti Werdha Berea
Jl. Setia No.12, RT.1/RW.3, Kedoya Sel., Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11520
3
Kelompok  Target Kegiatan
:
Nenek – Nenek Panti Werdha Berea
4.
Nama Anggota Kelompok
:
Wijoyo Sugianto
Edward Suwandi
Priscilla Lee Widjaja
Kevin Anata Kristanto
Kristoforus Ryan
Farrell Hansel
Alvin Ahasea
Geraldy Oscar Reinard
Achmad Angga Nugraha
5
Mata Kuliah
:
Character Building Agama
6
Kelas
:
LA01 - LEC
7.
Kelompok
:
3
8.
Dosen
:
Dra. Hermawati, MA
                                                                            Jakarta, ….............. 2017

Mengetahui

Dra. Hermawati, MA
Dosen CB Agama
Ketua Kelompok

Wijoyo Sugianto
Ketua Kelompok







DAFTAR ISI
BAB I........................................................................................................................................1 1
PENDAHULUAN.......................................................................................................................1
BAB II................................................ 3.......................................................................................3
METODE KEGIATAN.. 3...............................................................................................................3
BAB III 4......................................................................................................................................4
KONSEP.. 4...................................................................................................................................4
BAB IV.. 5......................................................................................................................................5
PELAKSANAAN KEGIATAN DAN SISTEMATIKA KEGIATAN.. 5.................................................5
BAB V.. 7........................................................................................................................................7
PENUTUP.. 7..................................................................................................................................7
REFLEKSI KELOMPOK.. 9.............................................................................................................9
LAMPIRAN 14.............................................................................................................................14

REFERENSI 31.............................................................................................................................35
BAB I
PENDAHULUAN



PENDAHULUAN
Di Jakarta terdapat lebih dari 200.000 orang lansia (> 65 tahun) banyak lansia yang telah masuk ke panti jompo atau panti werdha karena anak-anak mereka yang sudah dewasa dan sibuk dengan pekerjaan dan mengurus rumah tangga dengan pasangannya. Oleh karena itu, para lansia biasanya dititipkan ke panti jompo atau panti werdha oleh anaknya. Karena usia yang sudah lanjut mereka sering merasakan kemunduran fisik seperti lutut sakit, mudah lelah, tidak kuat berjalan jarak jauh dan sebagainya. Meskipun para lansia sudah tidak sekuat dulu, tetapi mereka masih memiliki jiwa dan semangat muda sehingga tidak mau kalah dari anak-anak muda. Dan juga para lansia di panti werdha ini dikenal produktif menjalani keseharian mereka seperti membuat salib dari manik manik serta masih sering pergi gereja dan menghafal ayat-ayat alkitab. Selain mereka berkarya di hari-hari tua mereka, banyak juga dari mereka ingin bersosialisasi dengan sesama usia mereka di panti werdha ini.

PERMASALAHAN

Banyak orang yang sering melupakan orang tuanya, karena kesibukan mereka sendiri. Sehingga mereka tidak memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama.Oleh karena itu banyak orang tua yang merasakan kesepian dan stress yang cukup berat. Banyak orang yang menganggap mereka sebagai “beban” dan banyak orang yang tidak mempedulikan dan memperhatikan mereka. Padahal manusia sebagai makhluk sosial tidak mungkin bisa memisahkan hidupnya dengan manusia lain walaupun sudah lansia. 

SOLUSI
Dalam kegiatan ini, kelompok kami ingin mendekatkan diri dengan para lansia dan ingin menjadi pribadi yang peduli dengan sesama termasuk lansia. Kami inign menghibur para lansia yang merasakan kesepian karena jauh dari anaknya dan melakukan peran kami sebagai makhluk sosial.Kegiatan ini juga mengajarkan kami untuk tidak melupakan orang-orang yang sudah lansia, walaupun mereka sudah tidak di usia produktif, tetapi mereka adalah orang-orang yang harus kita hormati dan kasihi. 


   BAB II
METODE KEGIATAN

Pertemuan pertama
Pada pertemuan pertama yang akan dilaksanakan, kelompok kami berencana untuk
melakukan pendekatan dengan penghuni panti atau para lansia dengan melakukan
perkenalan secara singkat. Setelah perkenalan, kegiatan akan dilanjutkan dengan
percakapan yang lebih dekat didalam grup tentang pengalaman para lansia di panti.
Kami akan menanyakan pengalaman sekolah mereka, pekerjaan mereka yang dulu,
dan perbedaan kehidupan pada jaman dulu dan sekarang. Selain pertanyaan tersebut
Kami juga akan menanyakan apa yang di lakukan sehari - hari oleh para lansia
di panti werdha ini.

Pertemuan kedua
Untuk pertemuan selanjutnya, yang akan dilaksanakan pada (Selasa 10 Oktober 2017)
Kami akan lanjutkan kegiatan kami dengan kegiatan religius yang sering
dilakukan penghuni panti. Kegiatan diatas terdiri dari membaca ayat - ayat kitab suci,
tebak keajaiban pada kitab suci, dan menanyikan lagu - lagu religius lainnya.

  1. Pertemuan ketiga
Akhirnya untuk pertemuan ketiga pada tanggal (Kamis 9 November 2017), kami
akan melakukan kegiatan yang lebih santai, seperti menonton film sesuai dengan
yang diinginkan oma pada pertemuan sebelumnya. Setelah menonton film tersebut,
kita akan berbincang kepada oma tentang pendapat film yang baru saja ditonton,
apakah bagian yang mereka suka/tidak suka, dan juga alasan kenapa memilih film ini
dari film yang lain. Dan sebagai acara penutup, kami akan berfoto bersama dengan
seluruh penghuni panti dan memberikan para oma cinderamata sebagai kenangan
dari mahasiswa binus yang pernah datang mengunjungi panti werdha.


BAB III
KONSEP


Kepedulian sosial adalah rasa empati dan simpati yang berkembang menjadi tindakan dalam bentuk
tanggung jawab atas kesulitan yang dialami orang lain di mana orang tersebut terdorong untuk
mengatasinya. Kepedulian sosial berawal dari kemauan untuk “memberi” dan “menerima”.
Dan mengingat bahwa manusia adalah makhluk sosial, maka semua manusia tanpa terkecuali saling
membutuhkan termasuk orang-orang tua. Berjiwa sosial dan saling membantu adalah ajaran universal
yang dianjurkan olah semua agama. Karena itu sebagai umat beragama kita harus melatih dan
mengembangkan jiwa sosial, jiwa sosial tidak bisa tumbuh secara instan tetapi memerlukan proses
dengan dilatih dan dididik serta juga mendapat pengaruh dari lingkungan dan kehidupan sosialnya.

Jiwa peduli terhadap sesama sangat penting karena kita tidak bisa hidup sendirian di dunia ini.

Kepedulian sosial yang dimaksud bukanlah untuk mencampuri urusan orang lain, tetapi lebih pada
membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi orang lain dengan tujuan kebaikan dan
perdamaian. Nilai-nilai yang tertanam itulah yang nanti akan menjadi suara hati kita untuk selalu
membantu dan menjaga sesama.Maka dari itu konsep dari kegiatan-kegiatan yang akan kami
laksanakan di Panti Werdha Berea  ini bertujuan untuk  membantu mengembangkan dan memicu  
rasa kepedulian sosial terhadap sesama agar saling membantu dalam mewujudkan kebaikan dan
perdamaian dalam hidup sesama manusia. Jika semua orang memiliki jiwa sosial yang tinggi maka
kami yakin kalau semua permasalahan di dunia ini dapat diselesaikan dengan metode yang
menjunjung tinggi perdamaian dan kesatuan.




BAB IV
PELAKSANAAN KEGIATAN DAN SISTEMATIKA KEGIATAN

Secara umum kegiatan yang kami laksanakan dalam volunteering di Panti Werdha Berea selama 3
kali kegiatan adalah sebagai berikut :  
Pada project ini kami mengunjungi Panti Werdha Berea yang berada di wilayah  Jakarta Barat.
Project ini terdiri dari 4 kali pertemuan :
·    Pertemuan satu, dilaksanakan pada Kamis 28 September 2017          
·    Pertemuan dua, dilaksanakan pada Selasa 10 Oktober 2017
·    Pertemuan tiga, dilaksanakan pada Jumat 20 Oktober 2017
·    Pertemuan empat, dilaksanakan pada Kamis 9 November 2017
Pada pertemuan satu kami melakukan survei terhadap lingkungan dan penghuni dari panti
Werdha Berea. Dalam survei di hari itu kami bertemu dengan Ibu Eva, yang merupakan
pengurus dari panti tersebut. Setelah menanyakan beberapa pertanyaan menyangkut project ini
kepada Ibu Eva, kami mengetahui jika penghuni dari panti ini semuanya adalah Wanita Lansia
dengan berbagai kondisi dari yang normal hingga khusus. Contoh kondisi khusus yang
dijelaskan kepada kami adalah Short Term Memory Loss (Pikun karena usia), Kesulitan untuk
mendengar, kesulitan untuk melihat, dan kesulitan untuk berjalan(Susah dan tidak bisa).
Mengetahui hal tersebut, kami tahu aktivitas yang akan dapat kami lakukan dan yang tidak akan
dapat kami lakukan dengan para penghuni panti werdha tersebut. Setelah mendapatkan semua
informasi yang kami perlukan dan diizinkan untuk menjalankan project di panti ini. kami
diberikan informasi mengenai tanggal dan waktu untuk pertemuan ke dua.Pertemuan kedua pada
Hari Selasa 10 Oktober 2017 pada pukul 3 siang. Pada pertemuan kedua ini kami mencoba
untuk menciptakan suasana dimana semua penghuni panti dapat berinteraksi dengan kami semua
. Akhirnya kami semua memutuskan untuk membagi-bagi penghuni panti menjadi grup-grup
kecil dengan salah satu anggota kami disetiap kelompoknya. Kelompok-kelompok kecil ini
bertujuan agar semua penghuni dapat saling berinteraksi kepada kami tanpa segan. Kami
menanyakan hal-hal mengenai kehidupan mereka sehari-hari, keluarga mereka, kesehatan, dan
lainnya. Sesi bercengkrama ini berjalan sekitar 1 jam 40 menit namun akhirnya kami hentikan
karena mereka mulai kelelahan. Setelah selesai mengantarkan para lansia ke kamar mereka
masing-masing kami memulai sesi evaluasi dengan Ibu Eva. Dalam sesi evaluasi ini kami
diberikan masukan tentang kegiatan yang kami lakukan dan kami ditanya pelajaran apa yang
kami dapat pada hari itu dan diberikan arahan untuk melakukan kegiatan yang tidak
membosankan. Setelah selesai evaluasi kami membuat janji untuk pertemuan ketiga.Pertemuan
ketiga pada Hari Jumat 20 Oktober 2017 kami memutuskan untuk membuat sebuah
permainan tanya jawab yang mengangkat kisah-kisah di Alkitab dan beberapa ayat-ayat di
Alkitab. Pada pertemuan ketiga ini, beberapa dari para lansia menderita rabun diakarenakan
usia sehingga mereka kesulitan untuk melihat gambar maupun tulisan yang kami tampilkan
menggunakan proyektor. Untuk menyelesaikan masalah ini, kami akhirnya memberikan
pertanyaan dengan cara membacakannya dengan suara yang cukup lantang. Sesi ini terbukti
lebih memacu mereka untuk berpikir dan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan.
Setelah giliran kami memberikan pertanyaan selesai. Kemudian mereka akan memberikan kami
pertanyaan dengan topik yang sama. Setelah itu kami menjalankan sesi evaluasi dengan Ibu Eva
, membuat janji untuk pertemuan keempat dan berpamitan untuk pulang.Pada pertemuan
keempat pada hari Kamis 9 November 2017 yang merupakan pertemuan terakhir kami
melakukan hal yang mirip dengan pertemuan ketiga namun kali ini kami memberikan hadiah
kepada penghuni yang dapat menjawab pertanyaan kami dan menyanyikan lagu-lagu religius
seperti dengan apa kan kubalas. Hadiah yang kami berikan adalah setangkai bunga yang sudah
kami siapkan. Memberikan mereka hadiah berdampak besar dalam partisipasi mereka mengikuti
permainan yang kami siapkan. Pada akhirnya kami juga memberikan bunga kepada penghuni
yang tidak menjawab pertanyaan dari kami dan apabila dari mereka ada yang menjawab lalu
memberikan bunga kepada teman mereka. Setelah permainan selesai kami berpamitan kepada
semua lansia, bersalaman, berfoto dan kemudian mengantarkan mereka ke kamar mereka.
Ketika sesi evaluasi kami juga myampaikan terimakasi kepada Ibu Eva dengan memberikan
kenang-kenangan berupa sebuah foto yang berisikan kami dan para penghuni serta Ibu Eva.
Setelah itu kami berpamitan dan berterimakasih kepada ibu Eva.
BAB V
PENUTUP


Kesimpulan, Saran, dan Refleksi Masing-Masing Anggota Kelompok

Wijoyo Sugianto
Ketika melaksanakan project untuk kegiatan pertama (setelah survei).Saya kaget bertemu dengan orang
yang sudah lansia, karena jauh berbeda dari yang saya perkirakan. Yang saya harapkan bahwa orang
lansia akan mudah diatur, ternyata tidak mudah juga dan mereka menyambut kedatangan kita dengan
baik. Di saat itu, Saya menyadari bahwa setiap manusia akan mengalami penuaan dan tentunya saya
merasa bersyukur juga masih memiliki orang tua. Orang lansia ternyata sangat membutuhkan
perhatian, karena mereka kadang-kadang masih merasa kesepian dan ternyata mereka memiliki
karakter yang berbeda-beda. Yang paling saya tidak sangka adalah bahwa mereka masih sering atau
suka baca alkitab dengan rutin, padahal menurut saya masih banyak orang kristen yang tidak
membacanya atau membacanya ketika hari minggu. Saya diingatkan kembali untuk membaca alkitab
dan merenungkannya dan mensyukuri kehadiran orang tua saya dan kalaupun orang tua saya juga
sudah menginjak usia lansia maka saya harus menyayangi orang tua.

Edward Suwandi
Projek untuk kali ini adalah mengunjungi panti werda/panti orang orang lansia panti ini tidak bisa
disebut panti jompo karena mereka masih bisa produktif di hari hari tua mereka. Di panti werda ini
saya mendapat banyak sekali pengalaman seperti rawatlah kedua orang tua mu jangan sampai
kalian taruh orang tuamu di panti.

Priscilla Lee Widjaja
 Saya merupakan orang yang pemalu dan tidak percaya diri. Akan tetapi setelah melakukan kegiatan
ini pertama kali, saya merasa nenek-nenek di panti werdha lebih semangat jiwanya daripada saya.
saya jadi merasa saya yang masih muda tapi kalah sama nenek-nenek. Maka dari itu saya di kegiatan
selanjutnya lebih bersemangat dan lebih percaya diri lagi. Dari kegiatan ini saya belajar banyak
khususnya mengenai tokoh-tokoh alkitab dan cara mengasihi sesama

Kevin Anata Kristanto
Menjadi tua adalah hal yang cukup ditakuti manusia karena merasa tidak kuat ,dan tidak berdaya dalam
menjalani hidup karena kondisi fisik sudah mulai melemah akan tetapi jika kita tetap setia didalam
Tuhan dia yang akan memberikan kekuatan untuk hidup. Dari kegiatan ini saya menyadari seberapa
pentingnya Tuhan dalam kehidupan ini karena Dia yang memberikan kekuatan ,dan penghiburan untuk
orang - orang tua yang ditempatkan didalam panti. Saya pun juga menyadari seberapa pentingnya orang
- orang yang sudah lanjut usia karena pengalaman mereka adalah harta yang berharga untuk di masa
depan nanti.

Kristoforus Ryan
 Selama menjalani projek mengunjungi panti werda ini saya belajar bahwa biarpun mereka sudah
lansia namun tetap rajin dan teguh dalam menjalani hidup di masa tua mereka.mereka mengajarkan
saya untuk menjalani hidup dengan berpegang teguh pada tuhan yang akan selalu membantu kita dalam
menyelesaikan segala permasalahan yang ada.

Farrell Hansel
Kebanyakan manusia yang menjalani hidup akan menjadi tua dan sakit. Hal ini merupakan hal yang
tidak dapat dihindari dan setelah mengunjungi panti werdha beberapa kali saya menjadi makin sadar
bahwa tidak semua orang yang sudah tua bijaksana dan juga tidak semua orang tua lemah. Hal yang
mempengaruhi perilaku tersebut adalah hasil dari apa yang telah dialami sewaktu muda seperti pola
makan sampai kepada hubungan antar keluarga. Ini menjadi pelajaran penting dan pedoman bagaimana
kita mengurus orang tua kita setelah mereka menjadi tua, jangan sampai kita menelantarkan mereka
serta juga menjadi pengingat kita sebagai manusia yang juga akan menua untuk menjaga pola makan
dan relasi dengan saudara dan keluarga.

Alvin Sianturi
Mengunjungi panti wertha ini membawa kesan tersendiri, karena ini pertama kalinya saya pergi ke
sebuah panti. Sebelum bertemu sendiri dengan penghuni, orang tua terkesan mudah lelah dan susah
diajak berkomunikasi. Kunjungan ini menunjukkan sebaliknya. Mereka masih terlihat segar,
pembicaraan kami semua berjalan dengan sangat baik. Seperti berbicara dengan orang tua sendiri.
Selain itu, penghuni masih dapat diajak bercanda, dengan arti mereka tidaklah kaku walau pada usia
dini.


Geraldy Oscar Reinard
Setiap orang pasti akan menjadi tua, namun tidak semua orang memiliki kesehatan dan sosialisasi yang
baik dengan keluarga. Melalui kegian panti ini saya sadar betapa pentingnya hubungan keluarga serta
teman, kesehatan serta kemauan yang besar. Saya menemukan beragam macam nenek yang ada di
panti, beberapa dari mereka benar benar membutuhkan perhatian yang mana dapat diberikan oleh kami
yang masih muda, sedangkan beberapa nenek mempunyai semangat yang bahkan lebih dari kami yang
muda membuat saya semakin termotivasi dalam pelayanan kepada Tuhan.


Achmad Angga Nugraha
Tidak ada.


Refleksi Kelompok


Sangat penting rasa untuk mencintai orang tua atau orang yang sudah lanjut usianya. Karena
masih banyak orang lansia yang tidak mendapatkan perhatian atau kasih sayang dari orang-
orang. Banyak orang yang melupakan mereka. Oleh karena itu, melalui project ini, kami sangat
beryukur karena, kami mendapatkan kesempatan untuk memberikan perhatian dan kasih
sayang kepada orang-orang lansia. Tentunya melalui kegiatan ini, kami banyak belajar dari
para lansia. Karena mereka sudah memiliki banyak pengalaman pribadi dalam hidup mereka
dan menceritakannya kepada kami. Kami menyadari bahwa kami akan mengalami masa
penuaan, maka melalui kegiatan kami disadarkan untuk merawat orang tua dan memberi
perhatian kepada orang tua. Kami berharap bahwa akan semakin banyak orang yang mau
memperhatikan orang tua.


LAMPIRAN 1
DISKUSI PERSIAPAN SURVEY


Tema Diskusi
:
Menentukan tempat-tempat yang akan dikunjungi untuk survey kegiatan project luar kelas
Lokasi
:
Mr. Robak Binus
Waktu Diskusi
:
Senin, 25 September 2017
Pukul 11.00 - 12.30 WIB
Peserta Diskusi
:
  1. Wijoyo Sugianto
  2. Edward Suwandi
  3. Priscilla Lee Widjaja
  4. Kevin Anata Kristanto
  5. Kristoforus Ryan
  6. Farrell Hansel
  7. Alvin Sianturi
  8. Geraldy Oscar Reinard
  9. Achmad Angga Nugraha(Tidak Hadir)
Kesimpulan Diskusi
:
Penetapan tempat pengerjaan proyek pada Werdha Berea yang terletak di Jl. Setia No.12, RT.1/RW.3, Kedoya Sel., Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11520

Waktu dilaksanakannya survey yaitu 4 Oktober 2017 pukul 14.00 WIB

Apa yang akan ditanyakan kepada pengurus panti werdha (mengenai jadwal dan keseharian nenek-nenek)






Foto Diskusi



C:\Users\wijoy\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\20170925_171006_0005.jpg









C:\Users\wijoy\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\20170925_171006_0008.jpg

LAMPIRAN 1
DISKUSI PERSIAPAN KEGIATAN


Tema Diskusi
:
Pemilihan Kegiatan yang akan dilaksanakan dan pembagian tugas
Lokasi
:
Lobby Kampus Anggrek(depan Starbucks)
Waktu Diskusi
:
Senin, 9 Oktober 2017, 09.00-10.00
Peserta Diskusi
:
  1. Wijoyo Sugianto
  2. Edward Suwandi
  3. Priscilla Lee Widjaja
  4. Kevin Anata Kristanto
  5. Kristoforus Ryan
  6. Farrell Hansel
  7. Alvin Sianturi
  8. Geraldy Oscar Reinard
  9. Achmad Angga Nugraha(Tidak hadir)
Kesimpulan Diskusi
:
Berkenalan dengan para oma dan mengtahui lebih dekat dengan melakukan
perbincangan secara berkelompok.


Foto Diskusi


:

237558.jpg
LAMPIRAN 1
DISKUSI PEMBUATAN PROPOSAL


Tema Diskusi
:
Menentukan pembagian pembuatan proposal
Lokasi
:
Lobby Kampus Anggrek(depan Starbucks)
Waktu Diskusi
:
Senin, 9 Oktober 2017 09.00-10.00
Peserta Diskusi
:
  1. Wijoyo Sugianto
  2. Edward Suwandi
  3. Priscilla Lee Widjaja
  4. Kevin Anata Kristanto
  5. Kristoforus Ryan
  6. Farrell Hansel
  7. Alvin Sianturi
  8. Geraldy Oscar Reinard
  9. Achmad Angga Nugraha(Tidak Hadir)
Kesimpulan Diskusi
:
Menentukan tugas perorang
















Foto Diskusi
















:

237558.jpg


LAMPIRAN 2
Survey Lokasi
(Kegiatan Pertemuan Pertama)


Lokasi yang di Survey
:
Panti Werdha Berea
Jl. Setia No.12, RT.1/RW.3, Kedoya Sel., Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11520
Tempat dan Waktu Survey
:
Panti Werdha Berea, 28 September 2017
Pukul 14.00-16.30 WIB
Peserta Survey
:
  1. Wijoyo Sugianto
  2. Edward Suwandi
  3. Priscilla Lee Widjaja
  4. Kevin Anata Kristanto
  5. Kristoforus Ryan
  6. Farrell Hansel
  7. Alvin Sianturi
  8. Gerlady Oscar Reinard
  9. Achmad Angga Nugraha(Tidak Hadir)
Pihak yang Dijumpai Saat Survey
:
Ibu Eva
Hasil Survey
:
Penetapan Panti Werdha Berea sebagai tempat pengerjaan proyek
di luar kelas
Foto Kegiatan Survey
:

230058.jpg
230057.jpg


LAMPIRAN 3
PELAKSANAAN KEGIATAN HARI PERTAMA
(Kegiatan Pertemuan Kedua)


Lokasi
:
Panti Werdha Berea
Jl. Setia No.12, RT.1/RW.3, Kedoya Sel., Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11520
Waktu Kegiatan
:
Selasa, 10 Oktober 2017, 15.00-17.00
Peserta Survey
:
  1. Wijoyo Sugianto
  2. Edward Suwandi
  3. Priscilla Lee Widjaja
  4. Kevin Anata Kristanto
  5. Kristoforus Ryan
  6. Farrell Hansel
  7. Alvin Sianturi
  8. Geraldy Oscar Reinard
  9. Achmad Angga Nugraha(Tidak Hadir)
Hasil Kegiatan
:
Mengetahui lebih dekat keseharian dan kehidupan oma-oma dengan berbicara
secara berkelompok.
Foto Kegiatan                        :


LAMPIRAN 3
PELAKSANAAN KEGIATAN HARI KEDUA
(Kegiatan Pertemuan Ketiga)


Lokasi
:
Panti Werdha Berea
Jl. Setia No.12, RT.1/RW.3, Kedoya Sel., Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11520
Waktu Kegiatan
:
Jumat, 20 Oktober 2017 09.30-11.30
Peserta Survey
:
  1. Wijoyo Sugianto
  2. Edward Suwandi
  3. Priscilla Lee Widjaja
  4. Kevin Anata Kristanto
  5. Kristoforus Ryan
  6. Farrell Hansel
  7. Alvin Sianturi
  8. Geraldy Oscar Reinard
  9. Achmad Angga Nugraha(Tidak Hadir)
Hasil Kegiatan
:
Bermain quiz bersama oma tentang ayat Alkitab dan tokoh- tokoh pada alkitab.
Foto Kegiatan                        :


LAMPIRAN 3
PELAKSANAAN KEGIATAN HARI KETIGA
(Kegiatan Pertemuan Keempat)


Lokasi
:
Panti Werdha Berea
Jl. Setia No.12, RT.1/RW.3, Kedoya Sel., Kb. Jeruk,
Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11520
Waktu Kegiatan
:
Kamis,9 November 2017 02.00-05.00
Peserta Survey
:
  1. Wijoyo Sugianto
  2. Edward Suwandi
  3. Priscilla Lee Widjaja
  4. Kevin Anata Kristanto
  5. Kristoforus Ryan
  6. Farrell Hansel
  7. Alvin Sianturi
  8. Geraldy Oscar Reinard
  9. Achmad Angga Nugraha(Tidak Hadir)
Hasil Kegiatan
:
Menebak lagu bersama oma, bernyanyi bersama oma, mengadakan perpisahan, serta pemberian
kenang-kenangan berupa photo berasama dan juga bunga-bunga plastik.
Foto Kegiatan                        :


LAMPIRAN 4
DISKUSI PEMBUATAN LAPORAN AKHIR


Tema Diskusi
:
Pembuatan Laporan Akhir dan Menghitung Pengeluaran Kelompok
Lokasi
:
Ruang 501, Binus Anggrek
Waktu Diskusi
:
21 Desember 2017, 11.00 - 13.00 WIB
Peserta Diskusi
:
  1. Wijoyo Sugianto
  2. Edward Suwandi
  3. Priscilla Lee Widjaja
  4. Kevin Anata Kristanto
  5. Kristoforus Ryan
  6. Farrell Hansel
  7. Alvin Sianturi
  8. Gerlady Oscar Reinard
  9. Achmad Angga Nugraha(Tidak Hadir)
Kesimpulan Diskusi
:


No
Nama Barang
Harga Barang
1.
Bunga Plastik (20 Pcs)
Rp. 125.000,-
2.
Frame + Foto
Rp. 15.000,-
Foto Diskusi
:


REFERENSI


Buku CB Agama
http://data.jakarta.go.id/dataset/jumlah-penduduk-lansia-provinsi-dki-jakarta

#tambahin

Komentar